Website Resmi SMP Negeri 1 Kuta Selatan

Perayaan Hari Raya Siwaratri di SMP Negeri 1 Kuta Selatan

Tanggal : Oleh : Kategori: Berita
""

Sabtu, 17 Januari 2026–SMP Negeri 1 Kuta Selatan melaksanakan persembahyangan bersama untuk memperingati Hari Raya Siwaratri yang jatuh pada Saniscara Wage Wuku Tambir sebagai wujud pembersihan diri dan menyadari dosa-dosa yang pernah diperbuat. Perayaan Hari Raya Siwaratri di SMP Negeri 1 Kuta Selatan mengusung tema “Membangkitkan Nilai Karakter Perserta Didik untuk Meningkatkan Sraddha dan Bakhti”. Hari suci ini diperingati untuk melakukan perenungan diri, penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Siwa. Selain itu, hari suci ini juga diperingati untuk melakukan introspeksi diri dan peleburan dosa dengan melaksanakan brata (puasa, hening, dan berjaga) pada malam tergelap (tilem) sebagai simbol pembersihan batin dan peningkatan kesadaran spiritual, yang terinspirasi dari kisah Lubdaka untuk mencapai ketenangan dan pencerahan hidup.

Upacara persembahyangan yang dipuput oleh Jero Mangku. Kegiatan persembahyangan berpusat di area padmasana yang diikuti oleh seluruh guru dan pegawai, serta siswa-siswi yang beragama Hindu di SMP Negeri 1 Kuta Selatan. Rangkaian upacara ini diawali dengan Persiapan Sarana dan Banten (sesaji) serta dilanjutkan dengan kegiatan dharma wacana dengan tujuan agar siswa-siswi SMP Negeri 1 Kuta Selatan dapat memahami makna penting Hari Raya Siwaratri. Dharma wacana dipimpin oleh Ibu Dr. Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum. yang menjelaskan tentang makna penting dan tujuan perayaan Hari Suci Siwaratri. Dijelaskan bahwa Siwaratri adalah Pelebur Kegelapan “Siwa” berarti baik hati atau pemaaf, “Ratri” berarti malam/kegelapan, sehingga Siwaratri adalah malam peleburan kegelapan batin menuju terang. Introspeksi diri adalah momen untuk mengevaluasi perbuatan, merenungkan dosa, dan memohon tuntunan untuk perbaikan diri, bukan penghapusan dosa instan. Dharma Wacana dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab seputaran Hari Suci Siwaratri. Upacara berlangsung dengan penuh bhakti dan keharmonisan yang diiringi suara mekidung dan gamelan. Kegiatan dilanjutkan dengan Puja Trisandya dan Kramaning Sembah, nunas tirta dan bija, serta pembagian air suci dan bija sebagai simbol pembersihan diri.

Jero Mangku Alit I Made Sulendra menyampaikan bahwa makna terpenting dari Siwaratri adalah menyayangi diri dari dalam. Beliau menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat lingga (lingganing aksara), yaitu beberapa aksara suci yang wajib dirasakan dan dipahami. Menurutnya, apabila seseorang telah mampu melinggakan aksara tersebut di dalam diri, maka hal itu disebut sebagai Siwa, yang dimaknai sebagai kasih sayang, kebijaksanaan, keberlimpahan, dan kesucian yang paling dalam. humas_jurnalis_sakuseta