Website Resmi SMP Negeri 1 Kuta Selatan

SMP Negeri 1 Kuta Selatan Gelar Kegiatan Kokurikuler Bertema Kearifan Lokal

Tanggal : Oleh : Kategori: Berita
""

SMP Negeri 1 Kuta Selatan sukses melaksanakan kegiatan kokurikuler dengan tema “Kearifan Lokal” yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2025. Seluruh siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias, terbagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama terdiri dari kelas VII dan VIII.1–VIII.6, sedangkan kelompok kedua terdiri dari kelas VIII.7–VIII.11 serta kelas IX. Kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan berdekatan dengan perayaan Hari Saraswati, dengan tujuan menanamkan pemahaman sekaligus penghargaan terhadap makna hari suci melalui pengalaman seni, budaya, dan kegiatan rohani.

Hari pertama diawali dengan persembahyangan bersama oleh kelompok satu. Setelah itu, Ibu Ni Putu Denny Siswantari menyampaikan susunan acara kokurikuler. Siswa kemudian mendapat pembagian tugas kebersihan: sebagian bertugas menjaga kerapian ruang kelas, sementara yang lain membersihkan area luar sekolah. Suasana gotong royong terasa nyata ketika seluruh siswa bekerja sama menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman.

Setelah kegiatan bersih-bersih, siswa mengikuti Dharma Wacana yang dibawakan Bapak I Made Sulendra. Beliau menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama Hindu. Sementara itu, siswa beragama Islam mengikuti kegiatan membaca surat-surat pendek dan praktik salat bersama Bapak Donny Tri Tama Yudha. Adapun siswa Katolik dan Kristen Protestan mendapatkan bimbingan rohani di Laboratorium IPA bersama Bapak Albert Stantly Assa dan Pak Metodius Mahi. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna, memberi kesempatan setiap siswa untuk memperdalam keimanan sesuai agamanya.

Kegiatan berikutnya adalah praktik pembuatan pejati yang dipandu langsung oleh Bapak I Made Sulendra. Siswa tampak antusias mempelajari tahapan pembuatan pejati yang kemudian dikumpulkan di Lab IPA untuk persiapan Hari Saraswati. Bagi yang belum selesai, diberikan kesempatan untuk melanjutkan pada hari Kamis berikutnya. Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan latihan Tari Condong yang dipandu Ibu Ni Wayan Rismayanti. Vina, siswi kelas VII.1, menjelaskan makna tarian tersebut sebagai simbol keanggunan dan kecantikan seorang penari yang erat kaitannya dengan nilai-nilai budaya Bali. Tarian ini dipersiapkan untuk ditampilkan pada perayaan Hari Saraswati, Sabtu, 6 September 2025.

Ketua kegiatan, Bapak I Made Sulendra, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar dan berhasil menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang seni dan tradisi, tetapi juga menumbuhkan karakter seperti kebersamaan, disiplin, spiritualitas, dan etika,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan kokurikuler semacam ini penting untuk terus dilaksanakan agar budaya dan karakter luhur tetap hidup di kalangan generasi muda.

Hari kedua dimulai dengan persembahyangan bersama oleh kelompok dua. Susunan acara hari itu disampaikan oleh Ibu Ni Putu Denny Siswantari bersama Bapak I Made Dwi Astawa. Siswa kembali melakukan kegiatan kebersihan, kemudian mengikuti Dharma Wacana bersama Ibu Ni Wayan Sariani. Beliau membawakan materi tentang kebiasaan anak Indonesia hebat yang menjadikan belajar dan pengetahuan sebagai prioritas, sekaligus menekankan pentingnya disiplin dan tata krama. Pesan ini sejalan dengan makna Hari Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan bagi umat manusia.

Siswa beragama Islam mengikuti pembinaan rohani bersama Bapak Akmal Fahmi di kelas IX.3, dengan penekanan pada pentingnya salat tepat waktu dan pengamalan ibadah sehari-hari. Sementara itu, siswa Katolik dan Kristen Protestan mengikuti pembinaan rohani di kelas IX.4 bersama Bapak Albert Stantly Assa, Ibu Adelyah Veronika Nurak, dan Bapak Yodhi Mahi. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjadi terang dan garam dunia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sesama, dan Tuhan.

Setelah istirahat, perwakilan siswa berkumpul di aula untuk mempraktikkan kembali pembuatan pejati, sementara siswa kelas IX menata gebogan di kelas masing-masing. Gebogan berisi buah, kue, minuman, dan berbagai bahan lain disusun dengan rapi sesuai tradisi, sebagai bentuk persembahan tulus bhakti kepada Sang Hyang Aji Saraswati. Setelah selesai, seluruh karya dikumpulkan di Lab IPA dan dibungkus rapi agar tetap bersih. Tepat pukul 12.00 WITA, siswa dipersilakan pulang dengan membawa pengalaman berharga.

Kegiatan kokurikuler ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga sarana membentuk karakter siswa. Melalui perpaduan seni, budaya, dan spiritualitas, SMP Negeri 1 Kuta Selatan berharap para siswanya semakin mencintai tradisi, berkarakter mulia, dan berbudaya luhur. humas_jurnalis_sakuseta