Website Resmi SMP Negeri 1 Kuta Selatan

Perayaan Hari Saraswati di SMP Negeri 1 Kuta Selatan

Tanggal : Oleh : Kategori: Berita
""

Dalam rangka memperingati Hari Saraswati, SMP Negeri 1 Kuta Selatan melaksanakan kegiatan persembahyangan bersama pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai yang beragama Hindu sebagai bentuk rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas ilmu pengetahuan yang telah diberikan.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari diawali dengan persiapan seluruh warga sekolah. Rangkaian kegiatan diawali dengan melakukan Pengresikan sebagai bentuk pembersihan area, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Pendet dan Tari Rejang Sari, dilanjutkan dengan mecaru untuk menjaga keseimbangan alam, serta Penglukatan sebagai proses penyucian diri sebelum memulai kegiatan persembahyangan.

Kegiatan inti yaitu persembahyangan bersama dimulai sekitar pukul 08.58 Wita dipimpin oleh Bapak I Made Sulendra, S.Sos.H., M.Pd. Persembahyangan berlangsung dengan khidmat hingga selesai.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Pemendakan dan Medatengan sebagai bagian dari rangkaian upacara. Selanjutnya sekitar pukul 09.21 Wita, seluruh siswa dipersilakan menuju padmasana untuk nunas tirta. Kegiatan pun berakhir sekitar pukul 09.30 Wita, kemudian siswa diperbolehkan untuk pulang.

Di sela-sela kegiatan, tepatnya saat proses pengambilan tirta, kami sempat mewawancarai salah satu siswa, I Nyoman Giri Suryakanta Ardana dari kelas VII.9, mengungkapkan bahwa Hari Saraswati memiliki makna penting baginya. “Saraswati memberi saya perlindungan dan melimpahkan pengetahuan,” ujarnya. Ia juga mengaku merasa sangat senang dan bahagia mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, koordinator kegiatan Saraswati, Bapak I Made Suparta, S.Pd., yang diwawancarai setelah kegiatan selesai, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian telah dipersiapkan dengan baik melalui kepanitiaan yang dikoordinasikan oleh Pokja 3. Beliau juga menyampaikan bahwa tahun ini tidak diadakan lomba, seperti pembuatan gebogan dan pejati, namun siswa tetap diarahkan untuk membuat pejati sebagai bentuk rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya melaksanakan perayaan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai pendidikan karakter, khususnya rasa syukur dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. humas_jurnalis_sakuseta